Pembakaran dilakukan agar tembikar dapat bertahan lama. Pembakaran dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
* Pembakaran secara tradisional. Yaitu dengan cara membuat lubang dalam tanah dengan diameter satu meter atau sesuai dengan kebutuhan, dan kedalaman setengah meter. Benda atau karya yang akan dibakar disusun di atasnya kemudian dibakar dengan kayu lalu di tutup dengan daun-daunan kering atau sekam (kulit padi).
* Pembakaran dengan mempergunakan tungku yang terbuat dari bata tahan api dengan bahan bakar minyak tanah atau tungku api berbalik. untuk mendeteksi pencapaian suhu yang dikehendaki digunakan alat yang disebut Pancang Seger.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar